Bola388.site  – Manchester United tidak selalu sukses dengan rekrutmen pemain. Di masa lalu ada sejumlah kisah sukses di Setan Merah: Cristiano Ronaldo, David Beckham dan Wayne Rooney. Juga Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic.

Tapi tidak kurang banyak nama-nama pemain gagal di Manchester United. Ajaibnya beberapa dari mereka, tidak semua, justru sukses besar setelah pergi dari Old Trafford. Inilah nama-nama 9 pemain bintang Manchester United yang gagal bersinar.

Angel Di Maria

Di urutan pertama, yang paling terkenal dari mereka semua adalah Angel Di Maria.  Statusnya sebagai pemain Real Madrid menyebabkan harapan sangat tinggi di kalangan para pendukung saat ia datang pada awal musim 2014/2015. Bahkan dia dipercaya akan menjadi legenda klub. Itu terlihat dari apa coba? Dari jersey No 7 yang diberikan kepada Angel Di Maria. Di masa lalu seragam No 7 dikenakan oleh George Best, Eric Cantona, David Beckham, dan Ronaldo. Tapi apa yang terjadi setelahnya?

Selama tiga bulan pertama Angel Di Maria tampil hebat untuk klub barunya, mencetak gol dari tendangan bebas pada laga melawan Queens Park Rangers dan memberi assist untuk Juan Mata pada laga yang sama, yang memberinya gelar Man of The Match. Juga pada laga setelahnya melawan Leicester City, satu gol dan satu assist lagi, meski Setan Merah kemudian digigit oleh The Foxes 5-3.

Pada bulan Oktober 2014 Angel Di Maria memenangkan gelar Pemain Terbaik Manchester United bulan itu dengan catatan dua gol dan dua asist pada empat laga pertamanya. Golnya dengan cara mencongkel melewati kiper Leicester Kasper Schmeichel terpilih sebagai Gol Terbaik Manchester United. Tapi setelah itu segalanya berubah drastis.

Ia diusir pada pertandingan FA Cup pada bulan Maret 2015 melawan Arsenal untuk aksi divingnya serta menjambak baju wasit Michael Oliver. Ia meninggalkan Old Trafford secara paksa pada akhir musim itu setelah 27 penampilan, 20 sebagai starter, tujuh sebagai pengganti. Dan jumlah golnya tahu berapa? Tiga saja. Tidak mengherankan jika kemudian oleh para pengamat, Angel Di Maria disebut sebagai transfer terburuk Setan Merah pada musim itu.

Bastian Schweinsteiger

Ini juga adalah seorang pemain dengan nama terkenal lain yang datang ke Old Trafford dengan harapan segunung di bahunya. Ia datang sebagai pemain bintang Bayern Munchen pada awal musim 2015/2016.

Setelah tampil 18 kali di Liga Inggris pada musim perdananya di Old Trafford, dengan 13 sebagai starter, lima sebagai pengganti, dan satu gol saja, ia absen dari laga-laga liga pada musim selanjutnya sebelum pindah ke Chicago Fire di Major League Soccer Amerika Serikat.

Peristiwa paling mencengangkan dari karir Schweinsteiger adalah ketika Jose Mourinho datang dan mengirim pemain Jerman itu untuk berlatih dan bertanding bersama tim U23. Banyak kritikus menyebut itu sebagai tindakan menghina, tapi sudah jadi ciri khas Mourinho di mana pun, menjadikan satu dua pemain sebagai kambing hitam.

Kegagalan Bastian di Manchester United seperti mengukuhkan kutukan pemain Jerman di Old Trafford. Dia bukan pemain Jerman pertama yang berkarir untuk The Red Devils tapi dua pemain Jerman lain sebelum dia, Markus Neumayr and Ron-Robert Zieler, keduanya gagal masuk ke skuad utama.

Gerard Pique

Gerard Pique adalah jebolan La Masia, akademi junior Barcelona, memilih pergi ketika tidak kunjung mendapatkan kesempatan masuk skuad utama Blaugrana. Tapi kedatangannya pada usia 17 tahun di Manchester United menyebabkan tidak ada banyak kesempatan bermain, dengan dua bek terbaik dalam sejarah Setan Merah: Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand tengah menguasai lini pertahanan.

Setelah tiga tahun di Old Trafford, dengan satu musim pinjaman yang mengesankan di Real Zaragoza, Pique kembali ke Barcelona dan terbukti menjadi salah satu bek tengah yang tidak tergantikan di depan gawang tim La Liga tersebut.

Selama tiga tahun bersama Manchester United, Pique masih mendapatkan tiga trofi dalam posisinya sebagai pemain cadangan, satu di antaranya adalah trofi kuping besar Liga Champions tahun 2008, satu juara Liga Inggris 2008 dan FA Community Shield tahun 2007. Tapi jumlah trofi bersama Setan Merah di lemari pialanya tak sebanding dengan apa yang diperolehnya di Camp Nou, delapan untuk juara La Liga dan tiga trofi Liga Champions. Itu belum menghitung jumlah pialanya di ajang Supercopa de Espana, Piala Dunia Antarklub, Super Cup Eropa, dan Copa del Rey.

Memphis Depay

Tahu gak jersey merah nomor berapa yang dikasihkan ke Depay? Nomor 7 setelah kepergian Bastian Schweinsteiger. Dan sejak kepergian Ronaldo tahun 2009, sepertinya tidak ada yang kuat menyandang nama besar No 7 tersebut.

Sebenarnya tampilan pertamanya masih meyakinkan. Salah satunya menghadapi Club Brugge di ajang playoff Liga Champions. Memphis mencetak dua gol dan memberi assist untuk satu gol lain dari Marouane Fellaini. Saking hebatnya penampilan pada laga pertamanya di Eropa bersama Setan Merah, Memphis memperoleh julukan “Pemain Paling Berbahaya Eropa”. Tapi setelah itu performanya terus menurun dan pelatih Setan Merah Louis Van Gaal memperingatkan Memphis untuk tidak mengulangi tragedi yang dialami oleh Angel Di Maria.

Apa yang ditakutkan akhirnya terjadi juga. Tubuh Memphis sepertinya tidak terbiasa dengan pertandingan di Liga Inggris setiap tiga hari sekali. Selalu harus berada pada level terbaik membuatnya kelelahan. Tapi komentator Ryan Giggs menyalahkan penampilan Memphis yang gemar berpesta sampai pagi sebagai penyebab penurunan performanya. Selama hampir dua tahun di Old Trafford, Memphis tampil 30 kali dengan 21 di antara sebagai pemain pengganti, mencetak tahu berapa gol? Lima gol saja. Ia masuk deretan 9 pemain bintang Manchester United yang gagal bersinar.

Diego Forlan

Pemain Uruguay ini adalah kisah sedih lain di Manchester United. Datang ke Inggris pada tahun 2002 setelah melesakkan 37 gol dari 81 penampilan bersama Independente di Argentina.

Pada musim pertama ia masih bisa mencetak beberapa gol untuk Setan Merah, termasuk brace pada laga melawan Liverpool pada 1 Desember 2002 yang berujung kemenangan 2-1. Tapi musim berikutnya, 2003-2004, ia melakoni tujuh laga tanpa gol. Dan setelah satu musim yang biasa-biasa saja, ia pergi meninggalkan Inggris pada awal musim berikutnya, pindah ke Villarreal.

Meski tidak sukses, tapi salah satu lagu penghormatan dari pendukung Setan Merah masih ada sampai hari ini, “He came from Uruguay, he made the Scousers cry”, yang merujuk pada dua golnya lawan Liverpool pada Desember 2002 itu.

Alexis Sanchez

Bagaimana ya menggambarkan karir pemain Chile jebolan Barcelona ini? Ia sebenarnya tampil bagus untuk Arsenal selama empat musim, mencetak 69 gol total di semua kompetisi sebelum transfer ke Manchester United pada Januari 2018. Tahu gak jersey nomor berapa yang dikasihkan padanya? Jersey No 7, dan sepertinya itu memberinya beban sangat besar, atau malah kutukan. Hanya 4 gol dalam setahun merumput di Old Trafford sebelum dipinjamkan ke Inter pada Januari 2019.

Ia dianggap sebagai transfer terburuk untuk Manchester United musim itu karena besaran gajinya yang sangat besar, mungkin terbesar di antara semua pemain Setan Merah.

Radamel Falcao

Satu lagi pemain hebat yang keberatan nama The Red Devils. Datang sebagai pemain pinjaman dari Monaco, Falcao membawa serta catatan 67 gol bersama Porto dan Atletico Madrid. Namun selama berada di Old Trafford, ia hanya berhasil mencetak 4 gol dari 14 penampilan, dengan 12 kali turun sebagai pemain pengganti.

Manchester United tidak jadi mengeksekusi opsinya untuk membeli Falcao secara permanen di akhir musim. Tapi terbukti ia memang cocok dengan Monaco. Setelah kembali lagi ke klub Liga Prancis itu pada tahun 2016, ia mencetak 62 gol di ajang liga dan kompetisi Eropa selama tiga musim selanjutnya. Jadi apa yang salah dengan petualangannya di Manchester United dan Chelsea?

Wilfried Zaha

Salah satu pemain gagal lainnya adalah Wilfried Zaha. Pemain ini didatangkan dari Crystal Palace saat usianya 21 tahun. Setelah memulai debutnya pada Agustus 2013 di ajang Community Shield, ia tidak dipakai lagi sampai akhir Oktober tahun yang sama, itu pun pada kompetisi Piala Liga.

Pada bulan Januari 2014 ia dipinjamkan ke Cardiff City setelah tak memperoleh tempat di bawah manajer David Moyes. Dalam berbagai kesempatan ia mengeluh tidak diberi cukup kesempatan untuk membuktikan dirinya usai penampilan perdana yang buruk. Ia membandingkan dirinya dengan Raheem Sterling yang terus diberi kepercayaan meski juga memulai musim secara buruk di Manchester City.

Kini masih merumput di Crystal Palace dan tampil cukup baik untuk The Eagles, rumor menyebutkan bahwa Wilfried Zaha mungkin akan ditarik oleh Arsenal atau Everton. Tapi langkah transfer itu belum kunjung terjadi.

Danny Drinkwater

Satu pemain muda yang tidak pernah diberi kesempatan masuk ke skuad utama Manchester United. Hanya terus menerus dipinjamkan ke sejumlah klub kecil sejak 2009 sampai 2012. Kepindahannya ke Leicester City pada tahun 2012 terbukti merupakan keputusan yang tepat karena pada musim 2015 2016 ia berhasil meraih gelar juara Premier League dalam sebuah musim yang aneh, dengan The Foxes meraih trofi juara.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *