Kisah Maman Aburrahman Ingin Pensiun Dini karena Cedera Parah

Kisah Maman Aburrahman Ingin Pensiun Dini karena Cedera Parah – Pemain bertahan Persija Jakarta, Maman Abdurrahman, mengisahkan dirinya pernah putus asa karena diderap cedera parah pada 2014. Bahkan, ia sempat terpikir mengakhiri karier sepakbolanya lebih cepat. Saat itu, Maman berusia 33 tahun. Usia tersebut terbilang masih cukup produktif untuk bermain sebagai pesepakbola profesional.Maman mengalami cedera parah saat ia memperkuat Sriwijaya FC. Pemain kelahiran Jakarta ini, bergabung ke klub asal Palembang, Sematera Selatan tersebut pada 2013. Namun, ia terkena musibah. Maman cedera lutut parah saat klubnya mengikuti turnamen Piala Inter Island Cup, turnamen ajang pemanasan antarklub.

Foto/Persija

Akibat cederanya itu, Maman ingin mempercepat karier sepakbolanya. Namun, dukungan dari keluarga membuat Maman bangkit. Ia berjuang untuk menyembuhkan lukanya.

“Saat itu saya sempat melupakan sepakbola dan sempat ingin pensiun dini karena saat itu cederanya sangat parah sekali. Akan tetapi, dukungan keluarga membuat saya kuat menghadapi masalah. Saya terus berjuang dan fokus memulihkan cedera,” ungkap Maman mengutip laman Persija, Selasa (30/6/2020).

Meski berhasil sembuh dari cedera, Maman masih harus berjuang untuk memiliki klub. Pasalnya, banyak klub yang sudah tidak percaya lagi dengan kehebatan mantan pemain terbaik Liga Indonesia 2006 ini. Perjuangan Maman berbuah hasil manis. Ia direkrut Persita Tangerang pada 2014.

“Momen itu saya juga sempat putus asa tapi kegigihan, namun saya membuktikan dan Alhamdulilah Persita Tangerang dengan pelatihnya Bambang Nurdiansyah mempercayai kemampuan saya,” tuturnya.

Maman mengungkapkan salah satu motivasinya berjuang untuk sembuh dari cedera adalah ucapaan legenda Juventus, Alessandro Del Piero. Perkataan mantan penyerang Tim Nasional Italia tersebut selalu membuat Maman menjadi semangat.

“Sekali lagi jangan pernah menyerah dan tetap hadapi masalah itu (cedera) dengan semangat. Saya ingat betul pernyataan Del Piero itu. Dia bilang, pemain besar adalah mereka yang bisa keluar dari masa sulit,” papanya.

“Alhamdulilah itu terlewati dan bisa di Persija sampai sekarang. Beberapa tahun terakhir pun saya selalu menjadi pilihan utama dan juga bisa membawa Persija meraih juara liga (Liga 1 2018),” pungkas dia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *